RUANG LINGKUP KEGIATAN DI YAYASAN SOSIAL DAN PENDIDIKAN ISLAM YASODIKI PONDOK PESANTREN PAGELARAN III
Kegiatan dan pelayanan yang dilaksanakan terhadap masyarakat secara garis besar dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu :
1. Pelayanan dibidang pendidikan (ta’lim)
2. Pelayanan dibidang ibadah (ubudiah)
3. Pelayanan dibidang sosial dan ekonomi (muamalah)
1. PELAYANAN DIBIDANG PENDIDIKAN (TA’LIM)
Pesantren salafiyah merupakan kegiatan Kegiatan siswa di Pesantren utama yang dikelola pondok pesantren dari awal dengan penekanan kepada kaderisasi ulama melalui pengkajian kitab-kitab klasik karya ulama terkenal abad pertengahan. Jumlah santri saat ini sekitar 300 orang terdiri dari putra dan putri yang berasal dari daerah Subang, Purwakarta, Jakarta dan luar Jawa dan Malaysia
b. Majelis ta’lim
Kelompok pengajian Majelis Ta’lim di Pondok Pesantren Pagelaran III merupakan kelompok pengajian paling besar di Kabupaten Subang, khususnya majelis ta’lim ibu-ibu yang diselenggarakan setiap hari Senin pukul 08.00-11.00 yang diikuti lebih kurang 2000 orang. Sedangkan kelompok pengajian majelis ta’lim bapak-bapak dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 09.00 sampai dengan 12.00 yang diikuti oleh lebih kurang 500 orang.
Kegiatan pengajian majelis ta’lim ini merupakan sarana yang efektif untuk mengembangkan berbagai kegiatan syiar Islam baik dalam pendalaman ilmu agama maupun pengembangan kegiatan lain. Keberadaan majelis tal’lim ibu-ibu ini mempunyai multiplier effect yang lain yaitu tumbuhnya pasar Senin yang secara khusus melayani jamaah dan masyarakat sekitarnya. Kegiatan pasar ini cukup bersaing dengan pasar kecamatan, kondisi ini menunjukkan bahwa eksistensi pengajian majelis ta’lim ini mendukung kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat.
c. Madrasah Diniyah dan TKA/TPA
Kegiatan pendidikan dasar dalam bidang agama yang secara kelembagaan dimulai dari pendidikan taman kanak-kanak, dikembangkan oleh Pondok Pesantren menjadi sarana pendidikan agama Islam yang secara dini ditanamkan kepada umat. Pengajar di madrasah diniyah dan TKA/TPA ini adalah santri senior dan guru formal pendidikan dasar yang merupakan guru tetap. Prasarana yang tersedia bagi kegiatan TKA/TPA ini adalah ruang kelas, mebelair dan sejumlah alat peraga.
Saat ini prasarana yang ada kurang terpenuhi mengingat ruang kelas yang dipakai adalah ruang serba guna dan sebagian masih menempati ruang di asrama santri putrid. Alat peraga dan sarana bermain juga masih sangat kurang, padahal alat peraga dan sarana bermain merupakan kebutuhan primer bagi proses belajar mengajar di tingkat taman kanak-kanak
d. Pendidikan tingkat SMP dan SMA dan SMK Plus Pagelaran
Pendidikan formal didirikan untuk mewadahi kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pendidikan yang komprehensif yaitu mempunyai legalitas formal dengan muatan pendidikan pondok pesantren.
Pada tahun ajaran 1998/1999 pengurus Pondok Pesantren Pagelaran III melalui Yayasan Yasodiki dengan akte notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH., merintis pendidikan formal sekolah menengah umum (SMU) dengan tenaga pengajar yang berasal dari SMU negeri di Kabupaten Subang. SMP dan SMU Pagelaran memiliki konsep full day learning dimana siswa diwajibkan tinggal di asrama pondok pesantren.
Kurikulum yang digunakan merupakan perpaduan antara kurikulum sekolah formal dengan kurikulum pondok pesantren. Sampai saat ini telah meluluskan empat angkatan dengan hasil yang memuaskan. Saat ini telah memiliki 8 ruang kelas, 1 ruang laboratorim IPA serta 1 ruangan guru dan kepala sekolah. Memperhatikan perkembangan dan antusiasme respon masyarakat, pada tahun-tahun mendatang diperkirakan jumlah siswa yang akan masuk sekolah ini akan meningkat. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan penyediaan ruang belajar mengajar yang memadai.
e. Pendidikan Life Skills dan Pengembangan diri
Pendidikan keterampilan hidup (life skill) untuk para siswa dan santri telah disiapkan sedemikian rupa sehingga para siswa dan santri dengan memiliki keterampilan hidup akan lebih dapat mengembangkan kemamupuan dirinya dimasa yang akan datang. Keterampilan hidup yang dikembangkan terdiri dari :
1. Pendidikan keterampilan hidup (life skills) di bidang keagamaan di antaranya yaitu :
a) Kursus Qiroatul Qur’an ( seni baca alquran)
b) Kursus Keterampilan berdakwah
c) Kursus Keterampilan bahasa Arab
d) Kursus Keterampilan pembacaan Albarjanji
2. Pendidikan Keterampilan hidup (life skills) di bidang non keagamaan diantaranya yaitu :
a) Keterampilan budi daya pertanian dan perikanan
b) Keterampilan menjahit dan sablon
c) Keterampilan komputer
d) Keterampilan bahasa Inggris
e) Keterampilan bahasa Arab
3. Pendidikan dan ketarampilan dalam pengembangan diri diantaranya yaitu :
a) Seni teater
b) Seni Nasyid dan galura dan Marcing Band
c) Kelompok Ilmiah Remaja ( KIR )
d) Paskibra, Pramuka dan PMR
e) Pencak silat
Sejak awal berdiri, kegiatan pengajian pasaran kitab-kitab tertentu telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Pagelaran III. Kitab-kitab yang dikaji antara lain Tafsir Jalalain. Pengajian pasaran merupakan metode kursus pendalaman kitab-kitab tertentu dalam waktu yang relatif singkat, yaitu antara satu minggu hingga satu bulan. Sedangkan pendalaman kitab secara reguler memakan waktu yang cukup lama yaitu berbulan-bulan. Sejak tahun 1980, bertepatan pada masa libur besar sekolah diselenggarakan pendidikan pesantren kilat bagi para siswa SD, SLTP, dan SLTA. Pesantren kilat ini cukup efektif dalam menyampaikan pendidikan Islam seperti halnya baca tulis Al Quran, ilmu tauhid dan akhlak. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pesantren kilat ini cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah santri peserta pesantren kilat dimana setiap tahunnya memperlihatkan grafik yang naik dan asal santri pun tidak hanya dari wilayah Kabupaten Subang tetapi juga berasal dari Bandung, Sumedang, Purwakarta dan Jakarta.
f.Pendidikan dan Pelatihan Manasik Haji
Sejak tahun 1997 Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam (Yasodiki) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan manasik bagi para calon jemaah haji khususnya di wilayah kecamatan Cisalak. Pendidikan dan pelatihan ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali
Kondisi alam pegunungan dengan iklim yang cocok untuk pengembangan pertanian Yayasan Yasodiki berkerjasama dengan Balai Pelatihan Pertanian Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan budi daya pertanian bagi para siswa dan masyarakat. Kegiatan ini di laksanakan setiap satu tahun sekali yang bertempat di areal pertanian di lingkungan yayasan YASODIKI
h.Pelatihan Peningkatan Mutu Guru dan Pendidik melalui In House Training (IHT) di SMP dan SMA Plus Pagelaran.
Peningkatan mutu pendidik / Guru sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan saat ini. Dengan bergulirnya kurikulum Berbasis Kompetensi yang diprogramkan pemerintah menuntut sekolah sebagai penyelenggara pendidikan harus dapat menyesuaikan dengan progam dan kurikulum. SMA Plus Pagelaran sebagai sekolah yang berbasis pesantren terus berupaya meningkatkan kualitas pendidik / guru dan diantaranya dengan mengadakan Pelatihan peningkatan guru melalui In House Training (IHT) dengan agenda acara sosialasi serta penjelasan tentang kurikulum 2004. IHT ini di ikuti oleh semua guru di lingkungan yayasan YASODIKI.
Pelayanan dibidang ibadah (ubudiYah)
Pelayanan Pondok Pesantren Pagelaran III dalam bidang ibadah meliputi :
- Pelayanan terhadap pengelolaan mesjid.
- Pelayanan bantuan hukum Islam seperti faraid, nikah, thalaq, ruju’, dll.
- Pelayanan terhadap pengelolaan BAZIS.
- Pelayanan terhadap pengembangan wakaf.
- Pelayanan terhadap pengurusan jenazah.
- Pelayanan terhadap pelatihan manasik haji,Pelayanan terhadap profesi mubaligh.Pelayanan terhadap profesi imam.
- Pelayanan terhadap profesi khotib.
- Pelayanan terhadap profesi qori.
- Pelayanan terhadap kegiatan kelompok dizkir.
- Pelayanan terhadap pelaksanaan istighotsah.
- Pelayanan terhadap bimbingan keluarga sakinah.
- Dll
C. Pelayanan dibidang sosial dan ekonomi (mu’amalah)
a. Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dan Waserda
Jumlah santri serta jemaah pengajian yang cukup besar merupakan potensi yang ingin digali untuk pemberdayaan ekonomi berbasis kemasyarakatan. Untuk itu Pondok Pesantren Pagelaran III telah mendirikan Koperasi Pondok Pesantren Binangkit untuk mengelola kegiatan tersebut. Namun sampai saat ini potensi tersebut belum dapat dikelola dengan optimal mengingat keterbatasan terutama dibidang sumber daya manusia. Sampai saat ini belum semua anggota jemaah pengajian menjadi anggota kopontren, serta pelayanan kopontren masih bertahan pada usaha simpan pinjam belum sanggup melakukan diversifikasi ke bentuk bisnis lain.
b. Pos Kesehatan Pesantren
Pondok Pesantren Pagelaran III di bawah naungan Yayasan YASODIKI merupakan salah satu pondok pesantren yang memiliki fasilitas pos kesehatan pesantren (poskestren). Dengan fasilitas ini, memungkinkan memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh santri, anggota jemaah pengajian serta masyarakat umum.
c. Pelayanan Mobil Ambulance
Sejak tahun 2008 Pesantren Pagelaran III mendapatkan bantuan 1 unit mobil Ambulance dari Depertemen Kesehatan RI, kendaraan ini menjadi salah satu sarana pelayanan sosial bagi masyarakat di sekitar pesantren.
e.Kegiatan Khitanan Massal dan santunan bagi anak yatim
Bentuk kegiatan sosial yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Pagelaran III berupa khitanan massal yang dilaksanakan sekali dalam setahun dan telah menjadi kegiatan kalender tahunan tetap. Kegiatan khitanan massal ini di ikuti oleh masyaratat tidak mampu di wilayah kecamatan Cisalak Kab.Subang
Setiap tahun, dikhitan tidak kurang antara 100 hingga 250 anak usia satu bulan hingga dua belas tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah Kecamatan Cisalak, Tanjungsiang, Jalancagak, Sagaleherang dan Cijambe. Pada tahun 2003 ini pelaksanaannya pada bulan November, mendapat kunjungan langsung Bapak Menteri Sosial RI Bachtiar Chamsah.Kegiatan sosial lain adalah penyantunan anak yatim berupa beasiswa dan alat-alat sekolah. Pondok Pesantren Pagelaran III tidak belum dapat menampung secara khusus anak-anak yatim ke dalam suatu panti asuhan mengingat keterbatasan fasilitas yang dimiliki. Selain itu, kultur masyarakat dimana anak yatim masih mendapat perhatian dan diasuh oleh sanak familinya walaupun banyak dari mereka merupakan keluarga prasejahtera. Pemberian santunan biasanya dilaksanakan bertepatan dengan perayaan hari besar Islam.
f. Santunan pengobatan Gratis bagi masyarakat
Dalam meningkatkan kualitas kesehatan di masyarakat terutama bagi masyarakat tidak mampu PT. Telkom kerjasama dengan Yayasan YASODIKI memberikan santunan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat. Antusias masyarakat sangat bagus sehingga jumlah anggota masyarakat yang diperiksa mencapai 500 orang. Kegiatan ini dilakukakan setiap satu tahun sekali sebagai program social kemasyarkatan.
g. Kegiatan sosial menuju masyarakat yang BERMARTABAT melalui perbaikan jalan umum
Salah satu agenda kegiatan sosial Yayasan Yasodiki yang telah dilaksanakan adalah kegiatan berupa perbaikan jalan dan gang umum masyarakat di sekitar Pesantren Pagelaran III . Perbaikan jalan ini berkerjasma dengan pihak pemerintah yaitu dengan Dinas Tarkim Propinsi Jawa Barat. Untuk tahun ini perbaikan jalan kecil / gang dengan panjang 500 m sudah selesai dilaksanakan. Dengan selesainya perbaikan jalan ini diharapkan akan terwujud masyaratkat yang Bersih, Makmur, Ta’at dan Bersahabat ( BERMARTABAT )
f. Pengadaan sarana air bersih bagi Pesantren dan masyarakat.
Salah satu kegiatan sosial yang di laksanakan oleh Yayasan YASODIKI saat ini adalah pengadaan sarana air bersih. Pada tahun 2003 pondok pesantren Pagelaran III telah menerima wakaf berupa sumber air bersih di daerah pegunungan desa Mayang yang berjarak 4 km. Pada tahun 2006 ini sumber air tersebut akan di salurkan ke pesantren dan masyarakat melalui bantuan pipanisasi dari pemerintah Kab.Subang. Pada pelaksanaannya kurang lebih ada 500 rumah akan mendapatkan sarana air bersih yang dikelola oleh Yayasan YASODIKI.
INTERAKSI ANTARA PONDOK PESANTREN DAN WARGA SEKITAR
Interaksi antara pondok pesantren Pagelaran III dengan masyarakat sekitarnya sangat intens. Dilihat dari sejarah pendiriannya, Pondok Pesantren Pagelaran III dipelopori oleh tokoh-tokoh masyarakat waktu itu dan bangunan pondok berdiri diatas tanah wakaf. Selain itu, letak pondok pesantren persis berada di tengah-tengah masyarakat dengan tanpa ada garis pemisah (pagar/tembok). Hal ini memperlihatkan pondok pesantren merupakan kawasan terbuka sehingga antara warga pondok pesantren dengan warga masyarakat dapat berbaur tanpa terbatas. Dalam perjalanannya, interaksi antara pondok dan warga masyarakat dapat dilihat melalui :
1. Kegiatan Ubudiah
o Pelaksanaan kegiatan sholat berjamaah di mesjid pesantren diisi oleh warga pesantren dan masyarakat sekitar baik pada hari-hari biasa maupun pada sholat jumat.
o Kegiatan majelis ta’lim diikuti oleh masyarakat sekitar bahkan dari luar kecamatan dan kabupaten.
o Kegiatan peringatan hari besar Islam diikuti oleh ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.
o Pelayanan pesantren kepada masyarakat berupa bimbingan dan konsultasi hukum Islam seperti masalah zakat, fara’id, pengurusan jenazah dll.
2. Kegiatan sosial
o Warga masyarakat dan warga pesantren aktif dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial seperti khitanan massal dan penyantunan anak yatim.
o Warga masyarakat membantu pesantren dalam bentuk bantuan donasi, bantuan tenaga kerja untuk pembangunan dan rehab fasilitas bangunan.
o Warga pesantren aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan.
3. Kegiatan muamalah
o Warga masyarakat mustami pengajian majelis ta’lim menjadi anggota kopontren dan poskestren.
o Warga masyarakat menjadi konsumen dan pelanggan bisnis yang dijalankan pondok pesantren seperti toko kelontongan, wartel dll.


21.43
pondok















Posted in:
2 komentar:
apa situs ini bisa dipercaya?
apa situs ini bisa dipercaya?
Posting Komentar